Top

Pastor Samir : Sudan butuh dukungan Paus Leo XIV untuk perdamaian

Pastor Samir Alrafayne. Foto Vatikan news

DILI, 21 April 2026 (TATOLI) — Seorang imam asal Sudan yang melayani di Angola menyerukan pentingnya dukungan Paus Leo XIV bagi perdamaian di negaranya yang masih dilanda konflik berkepanjangan dan krisis kemanusiaan.

Imam tersebut bernama Pastor Samir Alrafayne, menyampaikan harapan itu di sela kunjungan apostolik Paus Leo XIV di Angola, ketika Bapa Suci bertemu para uskup, imam, dan pekerja pastoral di Paroki Our Lady of Fatima, Luanda.

Dalam keterangannya kepada Vatican News, Pastor Samir menegaskan bahwa pesan perdamaian yang disampaikan Paus selama kunjungannya di Angola juga sangat dibutuhkan oleh Sudan, yang hingga kini masih menghadapi konflik bersenjata yang menyebabkan penderitaan luas bagi masyarakat sipil.

“Sedikit orang berbicara tentang Sudan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa perhatian dunia internasional terhadap krisis di negaranya masih sangat minim dibandingkan konflik global lainnya.

Ia menjelaskan bahwa perang yang berlangsung telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga mengungsi, menciptakan krisis kemanusiaan yang serius dan berkepanjangan.

Menurut Pastor Samir, seruan Paus untuk mengakhiri konflik dan membangun persaudaraan memiliki makna universal, tidak hanya bagi Angola yang pernah dilanda perang, tetapi juga bagi Sudan yang masih berjuang menuju perdamaian.

“Dalam situasi dunia yang penuh ketegangan dan banyak zona konflik, Sudan membutuhkan lebih banyak perhatian,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran Paus membawa harapan, sukacita, dan penguatan iman bagi umat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya semangat persaudaraan dan nilai-nilai Kristiani dalam membangun masyarakat yang damai.

Selama kunjungan di Angola, Paus Leo XIV secara konsisten menyuarakan pesan perdamaian dan rekonsiliasi, mengingat negara tersebut memiliki sejarah panjang konflik yang meninggalkan luka sosial dan ekonomi.

Pesan tersebut, menurut Pastor Samir, relevan bagi Sudan, di mana konflik yang berkepanjangan masih berlangsung tanpa perhatian global yang memadai, sehingga diperlukan dukungan moral dan seruan kuat dari pemimpin Gereja Katolik untuk mendorong terciptanya perdamaian.

Dengan demikian, ia berharap suara Paus dapat menjadi dorongan bagi komunitas internasional untuk lebih memperhatikan situasi Sudan dan mengambil langkah nyata demi menghentikan konflik serta memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post