Top

Timor-Leste siapkan $600 ribu, pulangkan tulang jenazah mendiang tiga Uskup dari Portugal

Gereja melalui Konferensi Episkopal Timor Leste (CET) yang terdiri dari Uskup Dili, Uskup Virgílio do Carmo da Silva, Uskup Maliana, Uskup Norberto do Amaral dan Uskup Baucau, Uskup Leandro Maria Alves, bertemu Perdana Menteri Xanana Gusmão pada 05 Februari 2026 lalu untuk membahas proses pemindahan tulang jenazah tiga Uskup dari Portugal ke Timor-Leste, yang dijadwalkan pada September 2026. Foto Dokumen TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 01 April 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste menyetujui alokasi dana maksimum sebesar US$600.000 untuk mendukung proses pemindahan atau pemulangan tulang jenazah para prelatus Katolik dari Portugal ke Katedral Dili,  Timor-Leste.

Demikian hasil rapat Dewan Menteri yang digelar di Kantor Pemerintah, Rabu, yang menyetujui pengalokasian dana tersebut.

Proyek Resolusi Pemerintah yang diajukan oleh Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral, tersebut menetapkan kerangka pembiayaan bagi seluruh proses repatriasi, termasuk pengangkutan tulang jenazah, serta pelaksanaan upacara pemakaman dan peringatan.

Keputusan ini bertujuan untuk memastikan tersedianya kondisi yang memadai dalam pemindahan tulang jenazah para prelatus Katolik yaitu,  Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro, dan Monsignor Martinho da Costa Lopes, dari Portugal ke Katedral Dili, Timor-Leste. Dan pemindahan tulang jenazah Uskup Dom Alberto Ricardo da Silva dari tempat pemakaman di Maloa ke Katedral Dili. Pemindahan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas warisan spiritual, historis, dan nasional yang ditinggalkan oleh para tokoh penting Gereja Katolik di Timor-Leste.

Berita terkait : September, Tulang Jenazah Mendiang Tiga Uskup akan dipindahkan dari Portugal ke Timor-Leste

Pemerintah menilai bahwa pemulangan jenazah para prelatus tersebut memungkinkan mereka untuk beristirahat di tengah masyarakat yang pernah mereka layani, sekaligus memberi kesempatan kepada umat untuk memberikan penghormatan yang layak. Warisan yang mereka tinggalkan dinilai tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas nasional Timor-Leste.

Selain itu, keputusan tersebut juga menetapkan bahwa berbagai pekerjaan konstruksi, rekonstruksi, perbaikan, pemugaran, maupun konservasi yang diperlukan dalam proses ini akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis. Pembiayaan untuk pekerjaan tersebut dapat memanfaatkan Dana Infrastruktur.

Sebelumnya, pada Februari 2026, Pemerintah Timor-Leste bersama pihak Gereja telah menyepakati pembentukan komisi bersama untuk mengawasi proses pemindahan tulang jenazah tiga uskup yang dimakamkan di Lisbon, Portugal. Pemindahan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada September 2026.

Ketiga  Uskup Timor-Leste yang meninggal dunia dan dimakamkan di Lisbon, Portugal itu adalah Uskup pertama Dom Jaime Garcia Goulart, Uskup kedua Dom José Joaquim Ribeiro, dan Uskup Dom Martinho Lopes. Jadi, tulang Jenazah dari tiga Uskup tersebut akan dibawa ke Timor-Leste.

Berkaitan dengan proses pemindahan tulang Jenazah mendiang tiga Uskup Timor-Leste yang meninggal dunia dan dimakamkan di Lisbon, Portugal itu, pihak Gereja melalui Konferensi Episkopal Timor-Leste (CET) yang terdiri atas Ketua CET dan juga merupakan Uskup Dili, Kardinal Virgílio do Carmo da Silva, didampingi Uskup Maliana, Norberto do Amaral dan Uskup Baucau, Leandro Maria Alves, pada Kamis (05/02) mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão.

Berita terkait : Kardinal Virgílio dan Patriark Lisbon bahas pemulangan tulang jenazah mendiang Mgr.Martinho Lopes

Ketua Konferensi Episkopal Timor, Uskup Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, mengatakan bahwa pembahasan mengenai pemindahan tersebut merupakan inisiatif yang telah diumumkan sebelumnya, bahkan sebelum pihaknya berbicara dengan Kepala Negara, José Ramos-Horta, yang juga bermaksud memindahkan jenazah Uskup Martin Lopez dan Uskup Martin serta lainnya yang dimakamkan di Lisbon, Portugal.

Ke depan, kata Ketua CET, akan dibentuk komisi gabungan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pemindahan tulang jenazah direncanakan berlangsung pada September tahun ini. Sesuai rencana, tulang jenazah dari tiga (3) uskup di Lisbon juga akan dimakamkan bersama Uskup Dom Alberto Ricardo Silva, karena Dom Alberto hingga saat ini makamkan di Maloa, Dili.

Sebelumnya, pada 12 Januari 2026, Uskup Agung Metropolitan Dili sekaligus Ketua Konferensi Episkopal Timor (CET), Dom Virgilio Kardinal do Carmo da Silva telah  bertemu Patriark Lisbon, Rui Manuel Sousa Valério untuk membahas  pemulangan tulang jenazah (Trasladação Restos Mortais) mendiang Mgr. Martinho da Costa Lopes dan dua uskup lainnya ke Timor-Leste.

Dalam laman Wikipedia yang dikutip Tatoli, Monsignor Martinho da Costa Lopes (1918-1991) adalah seorang imam Katolik Timor-Leste, administrator apostolik Dili, yang dikenal karena pembelaannya yang berani terhadap Timor-Leste dari pendudukan Indonesia, mengecam kekejaman, yang menyebabkan pengasingannya di Portugal, di mana ia melanjutkan perjuangannya untuk kemerdekaan Timor-Leste.

Dom Martinho da Costa Lopes lahir di Laleia, Manatuto, Timor-Leste, pada  Portugis, 11 November 1918 dan meninggal dunia di Lisbon, Portugal di Rumah Sakit De Egas Moniz, pada 27 Februari 1991. Beliau  adalah seorang pembela rakyat Timor-Timur (Kini TL) yang tidak kenal kompromi.

Monsignor Lopes adalah tokoh agama terkemuka dari Timor-Leste.

Dimana, Monsignor Lopes, yang menjabat sebagai Administrator Apostolik Dili dari tahun 1977 hingga 1983, adalah seorang kritikus yang berani melawan terhadap pelanggaran hak asasi manusia selama pendudukan Indonesia. Ia dikenal sebagai “suara bagi yang tak bersuara” dan meninggal dunia pada Lisbon, Portugal, pada 27 Februari 1991.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post